Telah separuh Ramadhan dijalani, tinggal separuh Ramadhan lagi yang akan dijalani. Tak sepatutnya hati dan raga menjadi lelah, karena peluang berkah pahala dan ampunan Allah Ta’ala pun hanya tinggal separuh waktu. Ghiroh ibadah dan berbuat kebaikan sepantasnya sudah mulai dinaikkan. Akselerasi Ibadah sudah harus ditingkatkan, mengingat kesempatan yang hanya tinggal setengah jalan.
Jumlah Rakaat Shalat sepatutnya terus ditambah setiap harinya, pun demikiannya dengan sujud yang sudah sepatutnya semakin panjang. Lantunan dzikir dan bacaan ayat suci Al Quran pun seharusnya lebih banyak terucap pada hati dan lisan. Detakan jantung dan nafas sudah waktunya diiringi dengan panjatan do’a yang semakin khusyu. Sedekah yang sepantasnya semakin sering dan semakin banyak dibagi dan dinikmati oleh mereka yang membutuhkan.
Astaghfirullaahaladziim…sudah dimana kita? Sementara Ramadhan hanya tinggal separuh jalan…
Detakan jantung dan nafas sudah waktunya diiringi dengan panjatan do’a yang semakin khusyu. Sedekah yang sepantasnya semakin sering dan semakin banyak dibagi dan dinikmati oleh mereka yang membutuhkan.
Assalamua’alaikum, Warahmatullahi wabarokaatuh. 7 tahun sudah Panti Asuhan Anak Yatim Siti Khodijah Al Zahroh berdiri. Atas itu, Ayah Bunda Hamba Allah Ta’ala, Penyayang dan Pemerhati Anak Yatim yang berhati Mulia, patut rasanya untuk kami memperkenalkan mereka anak-anak yatim dhu’afa asuhan kami kepada ayah bunda, agar jelas sudah siapa yang selama ini anda semua berikan kasih sayang.
Hari ini akan kami perkenalkan satu sosok yang telah 5 tahun menerima kasih sayang dan perhatian Ayah Bunda sekalian, yang kini telah tumbuh menjadi remaja yang mandiri, punya visi dan misi yang mantap serta tekad yang kuat untuk meraih masa depan cemerlang di dunia dan akhirat.
Dia adalah Anwaruddin Abdullah. Anwaruddin Abdullah adalah remaja berumur 19 tahun Yang kini sudah menjadi salah satu pengurus dan pengasuh Panti Asuhan Anak Yatim Siti Khodijah Al Zahroh. Dengan usia semuda itu ia ikut tampil menjalankan program kerja di Panti Asuhan ini, yang notabene jarang sekali usia muda sebayanya di luar sana yang menyibukkan diri ikut andil dalam pendidikan, pengasuhan dan pembinaan Anak yatim dan dhu’afa.
Dulu sebelum kami rekrut dia menjadi anak asuh kami adalah seorang anak yatim tangguh yang senantiasa menemani dan menjaga ibunya, di Desa Bakung Lor Kecamatan Jamblang Kabupaten cirebon.
Saat itu senyumnya begitu cerah terlukis di wajahnya semangat dan hati yang jernih, namun juga tergambar di wajahnya ada batas yang kelak akan menyulitkan mimpinya dan kehidupannya, dia adalah seorang anak yatim, sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga yang banting setir menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai buruh rotan.
Dengan keadaan seperti itu dari usia sangat belia dia sudah tumbuh menjadi anak yang berpikir kuat dan dewasa.
Oleh karena alasan itu kami bertekad membantu untuk menjadi teman dan sahabat untuk mencari jalan baginya guna berbakti pada ibu yang ia sayangi, menjadi harapan dan tulang punggung keluarga kelak.
Yang ia sadari dari dulu “saya kelak akan menggantikan ayah”, dia mengerti bahwa dengan bermukim di Panti Asuhan ini ada peluang dan kesempatan untuk meringankan beban orang tuanya, ada kesempatan untuk ia mempersiapkan diri menjadi tulang punggung yang layak bagi keluarganya.
Kini ia memilih jalan dengan mengabdi pada negeri dan bangsanya untuk ikut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan mengasuh dan mengurus anak yatim di Panti Asuhan Siti Khodijah Al Zahroh.
Anwaruddin Abdullah adalah sosok istimewa dan tumbuh menjadi remaja berakhlaq mulia. Semua itu tentu atas kemuliaan hati dan keringanan tangan Ayah Bunda Hamba Allah Ta’ala Penyanyang dan Pemerhati Anak Yatim sekalian.
Aan (panggilan akrabnya) mengucapkan terima kasih atas kebaikan Ayah Bunda Hamba Allah Ta’ala Penyanyang dan Pemerhati Anak Yatim sekalian. Aan sadar sepenuhnya bahwa dia dapat tumbuh berkembang memilki kesempatan untuk membangun diri melalui pendidikan yang mumpuni tak lepas dari uluran tangan Ayah bunda bunda bertangan baik ia ucapkan bayak terima kasih pada ayah bunda karena ia sadar iya tumbuh dan berkembang atas uluran tangan anda sekalian.
“saya kelak akan menggantikan ayah”
Meski begitu Jalan Aan masih panjang untuk menggapai yang dia cita-citakan. Aan memutuskan untuk menunda melanjutkan pendidikannya dan menunda bekerja untuk karirnya . Aan memutuskan untuk mengabdi di Panti Asuhan Anak Yatim Siti Khodijah Al Zahroh namun tentu tidak untuk selamanya.
Masih banyak tugas mulia di luar sana yang menunggunya.
Di tengah rundungan Virus Covid-19 saat ini, perlindungan utama tentunya ada pada pengendalian pola hidup pribadi dan masyarakat.
Sudah saatnya pola hidup sehat dan bersih tak lagi hanya menjadi pelengkap kata yang terpampang di reklame-reklame pinggir jalan. Sehat dan bersih sudah harus jadi gaya hidup baru untuk melindungi diri dari paparan Virus Covid-19 ataupun virus-virus lainnya.
Tidak cukup sekali, bahkan untuk menjadi gaya hidup baru, pola hidup sehat dan bersih perlu dilatih secara terus menerus secara berkesinambungan dan sistematis.
Demikian hal nya dengan Panti Asuhan Siti Khodijah Al Zahroh, SOP penerapan Social dan Phisycal Distancing terus dilatihkan kepada seluruh anak asuh ketika harus datang ke kantor dan asrama panti. Tekpaksa atau tidak mereka harus ikut dengan protokol yang sudah ditetapkan.
Semoga Istiqomah ya nak..
Tidak cukup sekali, bahkan untuk menjadi gaya hidup baru, pola hidup sehat dan bersih perlu dilatih secara terus menerus secara berkesinambungan dan sistematis.
Selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan, kita berharap bahwa semua orang dapat mengurangi pergerakan sosial dan tetap berada #dirumahaja. Semua itu diaturkan agar dapat memutus rantai penyebaran Virus Covid-19 di semua daerah khususnya Provinsi Jawa Barat.
Pun demikian halnya dengan Panti Asuhan Siti Khodijah Al Zahroh, menghimbau semua anak asuh beserta keluarga untuk patuh terhadap apa yang telah dieprogramkan pemerintah dan tetap #dirumahaja.
Tak sampai disitu, Panti Asuhan Siti Khodijah Al Zahroh juga bertekad untuk membantu, menunjang dan mencukupi kebutuhan pokok anak asuh dan keluarga mereka selama melewati masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Untuk itu maka Panti Asuhan Siti Khodijah Al Zahroh kembali membuka peluang Zakat Infaq Shadaqah Hibah dan Wakaf dalam bentuk 31 Paket Sedekah Sembako senilai RP.250.000,- yang akan disalurkan pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Bapak Ibu, Ayah Bunda, Papa Mama, Para Dermawan, Penyayang dan Pemerhati Anak Yatim, Para Hamba Allah Ta’ala yang Mulia, mari bergabung dengan kami dan membahagiakan meraka. Mudah-mudahan Allah Ta’ala Meridhoi…
Beberapa bulan yang lalu, anak-anak yatim dhu’afa didampingi keluarga berkumpul di Kantor dan Asrama Panti Asuhan Anak Yatim Siti Khodijah Al Zahroh Jalan Satria Gg.Dahlia No.66B RT.04/07 Kesambi Kota Cirebon.
Pun demikian halnya dengan Santunan Bulanan dan Bantuan Bahan Pokok Makanan saat itu sudah terkumpul dan siap untuk dibagikan.
Sungguh Rejeki dari Allah Ta’ala yang tak terhingga, kami bisa bersilaturahmi saling mendengar dan mencurahkan perhatian, bertukar sapa, canda dan tawa.
Bagi mereka semua itu bagai sebuah telaga di tengah dahaga. Memiliki pengakuan dan perlakuan baik dari lembaga adalah kebanggaan. Menerima bantuan untuk anak dan kehidupan mereka bak sebuah hirupan nafas panjang di tengah sesaknya himpitan kehidupan ekonomi sehari-hari.
Sungguh situasi berkumpul seperti itu adalah hal yg sudah dirindukan. Sejak himbauan untuk menjalankan protokol Social &Phisycal Distanting digulirkan, nyaris semua kegiatan Panti Asuhan dihentikan.Dengan perkenan Allah Ta’ala Inshaa Allah semua rundungan ini akan berlalu. Namun hingga masa itu tiba mari bersama kita tetap mendampingi dan mencukupi kebutuhan mereka selama #dirumahaja.